
Iran Tawarkan Proposal Baru ke AS
Iran memberi proposal baru ke AS berupa membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Namun, perundingan terkait nuklir ditunda ke tahap selanjutnya.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Iran memberi proposal baru ke AS berupa membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Namun, perundingan terkait nuklir ditunda ke tahap selanjutnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengungkapkan kekecewaannya karena negara-negara aliansi itu tidak mendukung Washington selama perang melawan Iran.

Iran menyatakan bahwa delegasinya telah tiba di Ibu Pakistan, Islamabad, untuk melakukan perundingan lanjutan. Namun, tidak berencana untuk melakukan perundingan tatap muka dengan Amerika Serikat (AS).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah perundingan di Gedung Putih pada beberapa waktu lalu.

Lebanon akan meminta Israel untuk berhenti merobohkan rumah warga di desa Lebanon Selatan, yang diduduki Israel. Lebanon juga akan meminta Israel untuk gencatan senjata tambahan antara keduanya.

Iran menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tunduk terhadap intimidasi Amerika Serikat (AS). Iran juga menyalahkan AS atas kebuntuan negosiasi antara keduanya.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan setiap permintaan akses lintas udara atau blanket overflight access oleh pesawat militer asing, termasuk dari Amerika Serikat, harus tetap tunduk pada kepentingan nasional dan kedaulatan penuh Indonesia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diperpanjang. Ia turut mendorong semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak proses menuju perdamaian permanen.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran diperpanjang. Ia mengatakan, AS akan menunda segala jenis serangan untuk memberi waktu bagi Iran mengajukan proposal guna mengakhiri perang.

Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir sesuai jadwal pada Selasa (21/4) malam waktu setempat atau Rabu (22/4) pagi WIB. Namun, kedua pihak belum mengonfirmasi terkait kemungkinan perundingan damai lanjutan.