Jakarta, IDM โย Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengatakan bahwa usia maksimum tentara cadangan akan ditambah menjadi 70 tahun. Langkah tersebut diputuskan meskipun sebelumnya telah terjadi demonstrasi besar-besaran di beberapa kota karena menolak tambahan dua tahun untuk batas usia pensiun pekerja sipil.
“Kami akan menambah batas usia orang akan dapat menjadi cadangan di militer Prancis sampai mereka berusia 70 tahun dan sampai mereka berusia 72 tahun untuk spesialis tertentu,” ujar Lecornu melansir DW, Kamis (6/4).
Baca Juga:ย Cina Kecam Perluasan Militer AS di Filipina
Awalnya, batas usia tentara cadangan yang siap dipanggil jika diperlukan berkisar antara 60 hingga 65 tahun. Menurut Lecornu, melihat banyaknya masyarakat yang masih memiliki kapabilitas mumpuni di umur hingga 70 tahun, menjadi alasan keputusan tersebut dibuat.
“Banyak orang berkualitas mendapati diri mereka dikeluarkan dari militer karena batasan usia ini,โ jelasnya.
Lebih lanjut, keputusan ini merupakan bagian dari keinginan Presiden Emmanuel Macron untuk menggandakan kuantitas tentara cadangan. Selain itu, ia juga berambisi untuk memperkuat pertahanan Prancis, termasuk menambah anggaran militer dari 43,9 miliar euro menjadi 69 miliar euro pada 2030.
Baca Juga: Ukraina Berencana Rebut Kembali Crimea
Menurut Lecornu, kenaikan anggaran ditujukan untuk membantu Prancis menghadapi dinamika ancaman global. Seperti anggota NATO lainnya, komitmen Prancis untuk meningkatkan pertahanan dimulai sejak Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu.
โPrancis perlu menjadi negara yang mampu mempertahankan diri dari serangkaian ancaman yang terus bertambah,โ jelasnya. (bp)