Militan Houthi Peringatkan Kapal di Laut Merah untuk Tidak Berlayar ke Israel

Jakarta, IDM - Ketua komite kelompok militan Houthi di Yaman, Mohamed Ali al-Houthi memperingatkan kapal-kapal kargo di Laut Merah untuk tidak melakukan pelayaran menuju Israel, usai mengklaim telah melakukan serangan udara terhadap sebuah kapal tanker komersial pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (13/12), ia menyebut Israel sebagai wilayah “Palestina yang diduduki”. Ia menegaskan bahwa kapal-kapal komersial harus menghindari perjalanan menuju Israel dan siapa pun yang melewati Yaman harus tetap menyalakan radio sekaligus menanggapi upaya komunikasi dari Houthi.
Baca Juga: Intelijen AS Sebut 315.000 Prajurit Rusia Jadi Korban Konflik di Ukraina
Selain itu, dia juga memperingatkan kapal kargo agar tidak “memalsukan identitas mereka” atau mengibarkan bendera yang berbeda dari negara pemilik kapal kargo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Houthi terhadap Palestina.
Houthi berupaya mengendalikan pesisir barat Yaman, termasuk pelabuhan seperti Hodeidah, untuk melancarkan serangan terhadap kapal yang mereka anggap sebagai kapal yang terkait dengan Israel.
Sebelumnya, Houthi telah menyerang kapal tanker komersil Strinda, yang berlayar untuk mengirim minyak mentah ke Israel dan mengabaikan peringatan dari Houthi.
Baca Juga: Majelis Umum PBB Bentuk Resolusi Desakan Gencatan Senjata di Gaza
Akibat serangan itu, Duncan Potts selaku mantan wakil laksamana Angkatan Laut Kerajaan Inggris menyebut Laut Merah bagian selatan masuk sebagai salah satu wilayah berisiko tinggi.
“Serangan-serangan ini berpotensi menjadi ancaman ekonomi strategis global dibandingkan sekadar ancaman geopolitik regional,” kata Potts. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































