Gabung Platform Krimea, Serbia Pilih Dukung Ukraina

Jakarta, IDM - Serbia, sekutu lama Rusia, kini memilih untuk bergabung dalam platform yang dipimpin Ukraina mengenai reintegrasi Krimea. Langkah itu menunjukkan bahwa Serbia telah beralih untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kamis (24/8), dalam pidato daring di forum itu, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic mengaku prihatin atas konflik bersenjata yang berdampak terhadap kehidupan rakyat Ukraina. Menurutnya, keamanan dan keselamatan merupakan hak utama yang harus dilindungi.
"Kami dengan tulus menyesali penderitaan yang dialami Ukraina dan rakyat Ukraina selama lebih dari satu tahun terakhir," kata Brnabic.
Baca Juga: Prigozhin, Pemimpin Kelompok Tentara Bayaran Wagner Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat
Lebih lanjut, ia mengatakan Serbia berkomitmen untuk menjalin komunikasi yang kuat dengan Ukraina. Serta mendukung sepenuhnya penegakan prinsip-prinsip integritas teritorial dan hukum internasional.
“Kami berkomitmen untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, integritas teritorial dan independensi politik negara. Kami dengan tulus berempati dengan rakyat Ukraina. Dan Ukraina merupakan teman Serbia,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan sehari setelah pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic di Athena, yang digambarkan oleh kedua pemimpin sebagai "perbincangan yang baik dan terbuka".
Baca Juga: Cina Kembali Provokasi Kapal Filipina di Laut Cina Selatan
Platform Krimea diluncurkan oleh Zelensky pada tahun 2021. Tujuannya untuk mengintegrasikan kembali wilayah Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia hampir 10 tahun lalu. Sebanyak 67 negara dan organisasi, termasuk Amerika Serikat, Inggris, NATO dan Uni Eropa telah bergabung dengan platform tersebut.
Serbia merupakan salah satu mitra terdekat Rusia karena sepenuhnya bergantung pada pasokan gas alam. Sehingga, negara pecahan Yugoslavia itu selalu berupaya mempertahankan hubungan yang baik dengan Moskow.
Kendati demikian, Pemerintah Serbia telah berulang kali mengecam invasi Rusia ke Ukraina di PBB dan forum internasional lainnya. Tetapi menolak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































