Cina Tak Ragu Beri Tanggapan Tegas di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM – Cina kembali mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang menimbulkan masalah di Laut Cina Selatan, perairan yang menjadi hotspot konflik dengan Filipina selama beberapa bulan terakhir.
"Perlu ditegaskan bahwa pihak Tiongkok akan mengambil tindakan balasan yang tegas dan efektif terhadap siapa pun yang menimbulkan masalah di Laut Cina Selatan atau melanggar kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim Tiongkok," kata Juru Bicara Pertahanan Cina Wu Qian pada konferensi pers, melansir Mod.gov.cn, Sabtu (19/9).
Baca Juga: Serangan Pager di Lebanon Langgar HAM Internasional
Sebelumnya, kapal Penjaga Pantai Filipina dan Cina bertabrakan di perairan sengketa tersebut, yang mempertegang hubungan antara keduanya. Qian pun menegaskan, wilayah Xianbin Jiao atau Sabina Shoal adalah wilayah Cina.
"Pihak Tiongkok melakukan operasi perlindungan hak dan penegakan hukum di area terkait, yang sepenuhnya sah, sesuai hukum, profesional, dan terstandarisasi," ujarnya merujuk pada patroli laut yang dilakukan Cina di wilayah tersebut.
Baca Juga: Serbia Berlakukan Kembali Wajib Militer Setelah 14 Tahun
Lebih lanjut, ia menyebut Amerika Serikat (AS) bukanlah pihak yang terlibat dalam masalah Laut Cina Selatan, dan tidak dalam posisi yang berhak untuk mencampuri sengketa maritim antara Cina dan Filipina.
"Eskalasi situasi Laut Cina Selatan saat ini disebabkan oleh Filipina, yang berulang kali melakukan provokasi dan mengambil tindakan gegabah, dan AS, yang terus mengobarkan api dan memprovokasi konfrontasi," tegasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































