PROFIL KONTRIBUTOR

Dessy Aipipidely

Editor · Indonesia Defense

Arsip artikel dan kontribusi Dessy Aipipidely di Indonesia Defense.

  • HANKAM
  • INTERNASIONAL
  • PARLEMEN
  • POLKAM

Artikel dan kontribusi

2024 artikel · Terbaru dahulu
TNI AD Cetak Sawah 455,2 Hektare di Halmahera Timur
HANKAM

TNI AD Cetak Sawah 455,2 Hektare di Halmahera Timur

TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1505/Tidore melaksanakan program cetak sawah seluas 455,2 hektare di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Sawah ini tersebar di 11 desa di wilayah Kecamatan Wasile, Wasile Timur, dan Wasile Tengah.

Oknum Prajurit TNI AD Serang Polisi, Kazidam XV/Pattimura Minta Maaf
HANKAM

Oknum Prajurit TNI AD Serang Polisi, Kazidam XV/Pattimura Minta Maaf

Kepala Zeni Daerah Militer (Kazidam) XV/Pattimura, Kolonel Czi Ferry Kriswardana menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya kepada jajaran Polres Seram Bagian Barat (SBB) dan Polsek Kairatu Timur. Permohonan maaf ini terkait insiden tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum prajurit Zidam XV/Pattimura, Kopka DA, terhadap dua anggota Polsek Kairatu Timur, Aipda ST dan Aipda H.

KSAD Tandyo Minta Prajurit Jaga Disiplin dan Kemanunggalan dengan Rakyat
HANKAM

KSAD Tandyo Minta Prajurit Jaga Disiplin dan Kemanunggalan dengan Rakyat

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meminta prajurit TNI AD harus menjaga nama baik satuan, memperkuat kebersamaan, dan senantiasa menjunjung tinggi kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hal ini dikatakannya saat melaksanakan kunjungan kerja ke…

Eks KSAL Laksamana Marsetio Kuliti Transformasi Strategi Maritim di Depan Perwira Seskoal
HANKAM

Eks KSAL Laksamana Marsetio Kuliti Transformasi Strategi Maritim di Depan Perwira Seskoal

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Marsetio membedah arah baru pertahanan laut di hadapan seratus dua belas perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Jakarta, Kamis (29/10). Di hadapan para peserta pendidikan reguler angkatan ke-66 tersebut, Marsetio mengupas tuntas urgensi pergeseran paradigma pertahanan konvensional menuju sistem yang adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pencegahan konflik.