Jakarta, IDM – TNI mengaku terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan Kopda Hendrianto dan Praka Franky Gulo yang merupakan pajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti di Boshua, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat Daya.
“Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) Papua Barat menyisir rute kaburnya Kelompok Separatis Teroris (KST) di sekitarย Distrik Aifat Utara dan Selatan yang menjadi area pergerakan,” ujar Kapuspen TNI Brigjen Nugraha Gumilar, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Kamis (28/12).
Baca Juga:ย Kemhan Indonesia dan Jepang Bahas Implementasi AOIP dalam Perspektif Pertahanan
Sebelumnya, dua prajurit Yonif 133/Yudha Sakti yang tengah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Boshua, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, ditembak oleh dua orang yang diduga anggota KST Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Gumilar mengungkapkan, KST TPNPB wilayah Sorong Raya yang kerap menebar teror ke masyarakat di Distrik Aifat.
“Sangat disayangkan peristiwa ini terjadi apalagi iniย bertepatan dengan perayaan Natal, ini mencideraiย khidmatnya Natal,” ungkap Gumilar.
Baca Juga:ย Prajurit Pilihan Taifib dan Kopaska Ikuti Kursus untuk Ditempa Jadi Denjaka
Gumilar juga menjelaskan, jasad Kopda Hendrianto pada Selasa (26/12), telah diterbangkan dari Sorong menuju Padang, kemudian diantarkan ke rumah duka di Desa Koto Dian, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Sedangkan Praka Franky Gulo saat ini dirawat di Rumah Sakit Scholoo Keyen Teminanuan, Sorong Selatan. Gumilar mengungkapkan, kondisi korban terus membaik pascaoperasi pengangkatan proyektil di bagian perut.
“Saat ini kondisi Praka Franky Gulo sudah membaik dan sudah bisa berkomunikasi,” pungkas Gumilar. (at)