Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) dan IRIS-T dari Jerman telah terbukti sangat efektif dalam menangkal serangan drone maupun rudal. Zelensky pun memuji pengorbanan para personel bersenjata yang terus memukul mundur pasukan Rusia.
Pasukan Ukraina mengatakan bahwa upaya serangan balasan terhadap Rusia nyatanya lebih sulit dari yang diharapkan. Serangan itu disebut 'pelan tapi pasti' dalam merebut kembali wilayah Ukraina selama beberapa minggu terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sebanyak tiga drone Ukraina menargetkan Ibu Kota Moskow pada hari inggu kemarin. Beberapa jam usai serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya kini telah semakin kuat.
Ukraina mengklaim bahwa pihaknya telah melancarkan serangan balasan skala besar terhadap pasukan Rusia. Serangan itu difokuskan untuk merebut kembali wilayah bagian tenggara Ukraina.
Otoritas di Ukraina Selatan mengatakan bahwa Rusia kembali melakukan serangan udara terhadap kota pelabuhan Mykolaiv pada kemarin malam. Serangan itu melukai 19 warga sipil dan beberapa fasilitas umum.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia kini menargetkan pelabuhan di Odesa untuk merusak kegiatan ekspor kapal pengangkut biji-bijian. Demi menghadapi serangan rudal Rusia itu, Ia pun menegaskan negaranya butuh sistem pertahanan udara yang lebih canggih.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan seluruh sumber daya militer yang dimiliki untuk menyerang Ukraina di medan tempur khususnya bagian timur dan selatan. Menurutnya, kini konflik masih terus memanas tetapi pasukan Ukraina terus memukul mundur Rusia secara perlahan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendapatkan dukungan dari Turki untuk bergabung dengan aliansi pertahanan NATO. Zelensky pun berharap ia akan mendapat suara bulat dari seluruh anggota aliansi terkait proposal keanggotaannya tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkhawatirkan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang diduduki Rusia. Ia memperingatkan adanya ancaman serius bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan terhadap kompleks PLTN terbesar di Eropa tersebut.
Rusia dilaporkan telah meluncurkan rudal ke beberapa titik kota Kramatorsk, Ukraina Timur pada beberapa waktu lalu. Serangan itu dilakukan usai Wagner pindah ke Belarus.