Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa negaranya tidak akan memasok jet tempur ke Ukraina. Pernyataan ini disampaikan di saat Kyiv meminta negara-negara Barat untuk lebih banyak mengirim persenjataan canggih, termasuk jet tempur dalam menghalau serangan pasukan Rusia.
Ukraina membutuhkan pasokan senjata yang lebih banyak dan pengirimannya harus dilakukan dengan segera. Hal ini disampaikan oleh Presiden Volodymyr Zelensky setelah pasukan Rusia melakukan serangan terus-menerus di wilayah Donetsk.
Perang antara Rusia dan Ukraina memicu banyak perbincangan di media sosial dunia, salah satunya mengenai beberapa senjata canggih yang dimiliki kedua kubu. Terbaru, ada Multiple-Launch Rocket System (MLRS) atau Sistem Roket Peluncur Berganda M142 HIMARS milik Ukraina yang dikirim langsung dari AS.
Jerman telah lama menghadapi tekanan dari negara-negara NATO dan sekutunya untuk mengirim tank tempur Leopard 2 ke Ukraina. Pengiriman tank tempur berteknologi canggih ini diharapkan mampu meningkatkan perlawanan Ukraina terhadap Rusia.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Jerman dan negara-negara anggota aliansi itu untuk segera mengirimkan tank tempur serta persenjataan ke Ukraina. Desakan itu diserukan seiring dengan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menambah bantuan pertahanan ke Ukraina dalam waktu dekat.
Italia telah mengkonfirmasi siap untuk memasok Ukraina dengan sistem pertahanan udara Samp-T. Rencana ini diputuskan setelah AS dan Ukraina mendesak negara-negara Eropa untuk memasok pertahanan udara untuk menangkal serangan rudal Rusia.
Vyacheslav Volodin, kroni Presiden Rusia, memperingatkan bahwa pasokan senjata Amerika Serikat (AS) dan NATO ke Ukraina akan menyebabkan malapetaka global. Pasokan tersebut membuat Rusia untuk melakukan serangan yang lebih kuat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 33 persen. Rencana ini diputuskan sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina yang mengguncang Eropa dan menghadapi tantangan global lainnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan keyakinan penuh atas kemenangan perang di Ukraina. Hal ini berdasarkan penilaiannya terhadap industri militer Rusia sebagai alasan utama ia tidak ragu atas kemenangan tersebut.
Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovych mengajukan pengunduran diri setelah komentarnya mengenai serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah infrastruktur sipil di Kota Dnipro. Publik telah dibuat geram setelah ia menyalahkan Ukraina atas tragedi tersebut.