Jakarta, IDM – Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa negaranya tidak akan memasok jet tempur ke Ukraina. Pernyataan ini disampaikan di saat Kyiv meminta negara-negara Barat untuk lebih banyak mengirim persenjataan canggih, termasuk jet tempur dalam menghalau serangan pasukan Rusia.
Dilansir dari Euronews, Senin (30/1), Scholz juga mendesak negara-negara barat untuk tidak terus-menerus bergabung dalam kompetisi memasok sistem senjata ke Ukraina. Menurutnya, penting untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mencari solusi. Ia pun memperingatkan adanya resiko eskalasi perang antara NATO dan Rusia jika negara-negara anggota aliansi itu terus terlibat membantu Ukraina.
โSaya hanya dapat menyarankan agar tidak terlibat dalam perang penawaran (kompetisi) terus-menerus ketika menyangkut sistem senjata. Tidak ada perang antara NATO dan Rusia. Kami tidak akan membiarkan eskalasi seperti itu,โ ujarnya.
Sebelumnya, Jerman telah setuju untuk memasok 14 tank Leopard 2 pada pekan lalu. Proses persetujuan itupun membutuhkan waktu berminggu-minggu karena adanya perdebatan di kalangan pemerintahan Jerman. Sehingga, permintaan baru untuk mengirim jet tempur ini merupakan hal tidak dapat diterima.
Baca: Zelensky Tegaskan Ukraina Butuh Lebih Banyak Senjata Secepatnya
โApabila segera setelah keputusan (tentang tank) dibuat, lalu perdebatan baru kembali dimulai di Jerman, itu bisa dianggap tidak serius dan merusak kepercayaan rakyat terhadap keputusan pemerintah,โ pungkas dia (bp)