Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyangkal klaim Rusia yang mengatakan telah berhasil menguasai Kota Bakhmut, Ukraina. Ia menegaskan bahwa kini pasukan Ukraina masih terus memperjuangkan kota yang berada di wilayah timur tersebut.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mempertimbangkan untuk menambah bantuan ke Ukraina, termasuk mengirim perlengkapan militer tidak mematikan atau non-lethal. Menurutnya, Korsel akan berkoordinasi erat dengan NATO dan mitra internasional lainnya untuk secara aktif mendukung rakyat Ukraina.
Ukraina mengklaim pasukannya berhasil maju secara signifikan, merebut sejumlah area di Bakhmut, salah satu area tempur utama dalam konflik dengan Rusia selama sepekan terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukan mereka telah menembak jatuh rudal Storm Shadow yang baru-baru ini dipasok oleh Inggris untuk membantu Ukraina. Rudal jelajah itu dihancurkan di wilayah Lugansk pada Senin (15/5).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya sedang mempersiapkan serangan balasan terhadap Rusia. Menurutnya, langkah tersebut dirancang bukan untuk menyerang territorial Rusia, melainkan membebaskan wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Kremlin.
Afrika Selatan menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa pemerintahnya telah mengirim senjata dan amunisi ke Rusia melalui jalur laut pada akhir tahun lalu. Ketua Komite Kontrol Senjata Mondli Gungubele menegaskan bahwa mereka tidak mendukung konflik yang terjadi di Ukraina.
Inggris memutuskan untuk mengirimkan sejumlah rudal jelajah Storm Shadow ke Ukraina di tengah pertempuran yang meningkat di beberapa kota bagian timur. Keputusan itu membuat Inggris menjadi negara pertama yang mengirim rudal tersebut.
Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali mengirim persenjataan tambahan untuk Ukraina dengan nilai sebesar $1,2 miliar. Persenjataan ini mencakup sistem pertahanan udara, artileri, amunisi, sistem citra satelit, serta sebagian dana akan digunakan untuk pelatihan militer.
Serangkaian serangan pesawat tak berawak atau drone telah ditargetkan ke Ibukota Kyiv selama beberapa hari ke belakang. Otoritas Ukraina menyebutkan bahwa serangan tersebut telah merusak infrastruktur dan melukai warga sipil.