Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un telah meninggalkan Pyongyang untuk menuju Rusia dengan kereta pribadinya pada beberapa waktu lalu. Keberangkatannya telah diprediksi otoritas Amerika Serikat (AS), yang diduga bertujuan untuk membahas penjualan senjata ke Rusia.
Dalam menghadapi gempuran terus menerus dari Rusia, Ukraina menemukan cara untuk menguras artileri mereka seefektif mungkin menggunakan 'decoy' atau replika umpan. Metinvest, perusahaan yang membuat umpan itu mengklaim ratusan unit telah sukses menipu Pasukan Rusia di medan tempur.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memperingati HUT ke-75 negaranya dengan menggelar parade militer dan pertukaran diplomatik pada beberapa waktu lalu. Ia pun berjanji untuk mempererat hubungan bilateral dengan Cina dan Rusia.
Otoritas pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia kemungkinan akan meningkatan produksi artileri menjadi lebih dari 2 juta munisi per tahun. Perkiraan itu muncul di tengah isu bahwa Rusia kini juga mencari pasokan senjata dari Korea Utara (Korut).
Seorang pejabat badan intelijen luar negeri Jerman atau BND, bersama satu orang rekannya telah didakwa melakukan pengkhianatan karena memberikan dokumen rahasia negara ke Rusia.
Wakil Presiden AS Kamala Harris menyoroti kemungkinan Korea Utara (Korut) untuk memasok persenjataan ke Rusia, yang dinilai akan menjadi sebuah kesalahan besar. Sementara, seorang analis militer menilai kerja sama itu juga mungkin terjadi jika Korut mendapat keuntungan dari Rusia.
Presiden Rumania Klaus Iohannis mengatakan bahwa sebuah rudal Rusia telah jatuh sangat dekat hingga kurang dari satu kilometer dari perbatasan negaranya pada beberapa waktu lalu. Insiden itu terjadi di tengah serangan intensif dari Rusia terhadap pelabuhan Izmail, Ukraina.
Rudal Rusia menghantam sebuah pasar di wilayah timur Ukraina pada beberapa waktu lalu. Serangan itu disebut sebagai salah satu yang terburuk karena menewaskan setidaknya 16 warga sipil Ukraina.
Amerika Serikat (AS) memperingatkan Korea Utara (Korut) untuk tidak menjual persenjataan ke Rusia. Jika itu terjadi, Korut disebut akan "menanggung konsekuensi" karena telah membantu pemerintah Putin berperang di Ukraina.
Pemerintah Kuba telah mengungkap sebuah jaringan perdagangan manusia skala besar. Jaringan itu bertujuan merekrut warga negara Kuba untuk berperang demi Rusia melawan Ukraina di medan tempur.