PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia terus memperkuat perannya dalam mendukung kesiapan alutsista TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui program modernisasi pesawat C-130 Hercules. Terbaru, GMF menyelesaikan modernisasi C-130H dengan nomor registrasi A-1319 yang diserahkan kepada Kementerian Pertahanan di Hanggar 4 GMF AeroAsia, Cengkareng, Tangerang, Rabu (19/8).
PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia berhasil menyelesaikan modernisasi pesawat C-130 Hercules dengan nomor registrasi A-1319 yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa canggih pesawat yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga setiap platform tetap siap terbang dan beroperasi.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) mematangkan kolaborasi strategis yang terkait pengoperasian pesawat C-130 dan A400M.
Di balik kekuatan angkut strategis TNI Angkatan Udara (TNI AU), Skadron Udara 32 menjadi salah satu satuan yang memegang peranan penting. Dengan pesawat C-130 Hercules sebagai kekuatan utamanya, Skadron Udara 32 tidak hanya mendukung mobilitas pasukan dan logistik, tetapi juga menjadi andalan dalam pelaksanaan berbagai operasi militer selain perang (OMSP).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS) Abdul Majid menilai, tawaran pembangunan fasilitas MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat angkut militer C-130 Hercules yang diproyeksikan berada di Bandara Kertajati merupakan langkah positif, khususnya dalam memperkuat ekosistem pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Tanah Air.
Dalam rapat kerja bersama 2026, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap adanya tawaran dari Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth agar Indonesia menjadi pusat fasilitas MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat angkut militer C-130 Hercules untuk kawasan Asia. “Dia (Pete Hegseth) menawarkan dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’,” kata Sjafrie.
Sejumlah teknisi TNI Angkatan Udara (TNI AU) berlatih menangani gangguan pada pesawat C-130 Hercules berupa Failure Course and Heading Indicator (EHSI) Out dalam skenario Latihan Kesiagaan yang digelar Satuan Pemeliharaan (Sathar) 23 Depo Pemeliharaan (Depohar) 20.
Sinergi dan interoperabilitas antarmatra ditunjukkan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui latihan mobilitas udara yang mencakup dua skenario utama, yaitu penerjunan personel dan distribusi logistik melalui udara (airdrop logistic).
Ribuan masyarakat Tarakan memadati area Lanud Anang Busra untuk melihat lebih dekat sejumlah pesawat milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni C-130 Hercules dan KT-1B Woong Bee, serta berinteraksi dengan para personel Jupiter Aerobatic Team (JAT).