Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya pada hari ini, Rabu (25/3), buntut dari kasus penyiraman air keras oleh sejumlah personel Bais TNI ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang dinilai mencederai nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, mengapresiasi langkah cepat Tentara Nasional Indonesia dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Penanganan hukum terhadap oknum TNI AL yang diduga menyiram air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus, kini berada sepenuhnya di bawah kendali Mabes TNI. Langkah ini menyusul status penugasan para pelaku yang berada di bawah komando lintas matra.
TNI AL akhirnya angkat bicara mengenai dugaan keterlibatan prajuritnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul mengonfirmasi, oknum yang terlibat memang merupakan personel TNI AL.
Komisi I DPR RI mendorong proses pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Mabes TNI mengungkapkan tiga perwira dan satu bintara TNI yang menjadi terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.