Suasana duka menyelimuti Tarit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi kedatangan, menegaskan negara akan selalu menghormati jasa para prajurit yang gugur serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan bangsa.
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa Indonesia terus berkomitmen mengirim pasukan perdamaian atau peacekeeping di bawah bendera United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Markas Besar TNI memberangkatkan 744 personel untuk mengemban misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Upacara pelepasan personel digelar di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pasukan TNI yang bertugas di wilayah konflik dan misi perdamaian internasional.
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, memastikan kesiapan 742 personel pasukan perdamaian TNI untuk merotasi dan menggantikan pasukan Indonesia yang saat ini berada di Lebanon.
Indonesia mendesak evaluasi dan penguatan perlindungan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB (peacekeeper) khususnya UNIFIL. Hal itu diungkapkan usai insiden terjadi untuk ketiga kalinya di Lebanon, yang melukai tiga prajurit TNI.
Eskalasi di perbatasan utara Israel dan Lebanon kembali menelan korban dari Indonesia. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Israel Defense Forces (IDF) dan Hezbollah. Duka ini bukan hanya milik keluarga besar TNI, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Markas Besar TNI merilis empat prajurit yang menjadi korban ledakan artileri ke markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras konflik antara Israel dan Hizbullah yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon atau UNIFIL pada Minggu (29/3).
Satu prajurit TNI gugur akibat artileri Israel menghantam markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.