Operasi yang terjadi di Papua adalah operasi melawan atau kon-tra insurgensi. TNI dikerahkan untuk mengatasi pemberontak, dalam hal ini Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menggunakan senjata dan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Enam anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ikrar itu dilaksanakan pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9).
Pentolan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Erison Murib, resmi mengikrarkan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Beoga, Kabupaten Puncak.
Satgas gabungan terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menembak mati empat orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9).
Komisi XIII DPR RI mendesak pemerintah dan aparat keamanan bergerak cepat untuk menyelamatkan sembilan anak perempuan yang dilaporkan disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menjangkau Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, setelah wilayah tersebut selama 15 tahun terisolasi karena keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Prajurit Koops TNI Habema melaksanakan patroli pengamanan wilayah hingga menemukan indikasi pergerakan kelompok yang diduga berkaitan dengan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengingatkan para prajurit di Papua untuk tetap waspada terhadap gangguan dan ancaman oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya mengeluarkan tuntutan agar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menghentikan seluruh aksi kekerasan terhadap warga sipil di Papua.