Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa pihaknya secara teknis siap untuk perang nuklir jika Amerika Serikat (AS) dan sekutu mengirim pasukan ke Ukraina. Sebab, menurutnya, hal itu merupakan bentuk eskalasi konflik yang signifikan.
Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur terhadap ancaman dan provokasi rudal maupun nuklir Korea Utara (Korut).
International Atomic Energy Agency (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, Iran terus melakukan pengayaan uranium di ambang batas yang ditentukan untuk kebutuhan tenaga nuklir.
Korea Utara (Korut) mengatakan telah melakukan uji coba perdana rudal jelajah generasi baru sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kemampuan militer. Rudal bernama Pulhwasal-3-31 itu disebut strategis, yang biasanya mengacu mengacu pada senjata berkemampuan nuklir.
Korea Utara (Korut) mengklaim telah melakukan uji coba sistem senjata nuklir bawah airnya sebagai protes terhadap latihan militer gabungan yang dilakukan oleh Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada beberapa waktu lalu.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang menggelar latihan Angkatan Laut gabungan di Semenanjung Korea. Tujuannya untuk menanggapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).
Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) jajaki pedoman kerja sama strategi nuklir gabungan sebagai bagian dari upaya deterens terhadap ancaman yang meningkat dari Korea Utara (Korut).
Korea Utara (Korut) mengkritik kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) AS ke Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu. Pertemuan itu dinilai ofensif dan bertujuan untuk membentuk langkah konfrontatif lainnya dalam menanggapi program nuklir Korut.
Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang menangguhkan ratifikasi Rusia terhadap perjanjian global yang melarang uji coba senjata nuklir. Keputusan itu pun disesali beberapa pihak salah satunya Amerika Serikat (AS).
Cina semakin meningkatkan kapabilitas persenjataan nuklir selama beberapa tahun terakhir. Meskipun negara-negara Barat mengecam tindakan tersebut, Rusia mengaku tidak khawatir dan menilainya murni sebagai hak kedaulatan Cina.