Jepang mengecam langkah Rusia yang akan segera menyimpan senjata nuklir taktis di Belarusia. Negara matahari terbit itu juga akan memberlakukan sanksi tambahan dan mendorong negara-negara G7 untuk melakukan hal serupa.
Rusia akan segera menempatkan senjata nuklir taktis miliknya di negara tetangga, Belarusia. Keputusan itu diraih ketika menteri pertahanan kedua negara melakukan pertemuan bilateral di Minks pada Kamis (25/5).
Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah yang terletak di dekat puncak Pegunungan Zagros. Fasilitas itu dibangun sangat dalam hingga disebut berada di luar jangkauan senjata Amerika Serikat (AS) yang dirancang untuk menghancurkan situs serupa.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan melalui Deklarasi Washington. Melalui kesepakatan tersebut, kedua negara akan membentuk Badan Konsultatif Nuklir atau Nuclear Consultative Group (NCG) yang bertujuan untuk mencegah ancaman agresi nuklir Korea Utara (Korut).
Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota G7 satu suara mengecam agresi Rusia di Ukraina maupun ancaman retorika nuklir yang meningkat. Mereka juga sepakat untuk mempertegas sanksi terhadap Moskow.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengungkapkan kekhawatiran atas aktivitas siber Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat. Tindakan siber tersebut, diduga merupakan bagian dari strategi Korut untuk mengembangkan program nuklir.
International Atomic Energy Agency (IAEA) melaporkan bahwa Iran telah mengolah uranium hingga berada di tingkat kemurnian 83,7 persen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena mendekati tingkat uranium yang dibutuhkan untuk membuat bom atom yaitu 90 persen.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol mengatakan bahwa kerja sama trilateral antara Jepang dengan Amerika Serikat (AS) harus semakin dipererat di tengah meningkatnya ancaman aktivitas nuklir Korea Utara (Korut).
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya menangguhkan partisipasi dalam perjanjian New START yang membatasi persenjataan nuklir strategis termasuk jumlah hulu ledak jarak jauh serta kapal selam bersenjata nuklir kedua belah pihak.
Rusia memproduksi torpedo super Poseidon yang berkemampuan nuklir di tengah invasinya di Ukraina. Set pertama dari torpedo yang telah lama dinanti ini akan dikerahkan di kapal selam nuklir Belgorod K-329.