Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 28 Juli, yang untuk pertama kalinya akan membahas 'perluasan deterens' nuklir. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen AS dalam menggunakan kekuatan nuklirnya untuk mencegah serangan terhadap sekutu.
Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menyepakati pedoman deterens nuklir gabungan untuk menghadapi meningkatnya ancaman nuklir Korea Utara (Korut).
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan bahwa pasukannya bersama Belarusia menggelar latihan nuklir non-strategis gabungan tahap kedua di Moskow.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk menang atas Ukraina. Sebab menurutnya, kekuatan dan efektifivitas tempur pasukan militer Rusia terus meningkat.
Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa Rusia dapat menggunakan segala cara untuk mempertahankan diri jika kedaulatan atau integritas wilayahnya terancam, termasuk senjata nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk membahas berbagai kerja sama termasuk keamanan dan latihan senjata nuklir taktis.
Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menyerukan semua negara untuk mencegah arms race atau perlombaan senjata termasuk nuklir di luar angkasa.
Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil menggelar latihan taktis serangan balik nuklir untuk pertama kalinya, yang melibatkan peluncur roket ganda berukuran super besar dan diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong-un.
Pemerintah Inggris mengumumkan rencana jangka panjang berupa meningkatkan kapabilitas nuklir dalam 'The Defence Nuclear Command Paper'. Melalui rencana itu, Inggris akan menciptakan sekitar 40.000 lapangan kerja baru yang berkaitan dengan industri nuklir pada tahun 2030.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melakukan inspeksi langsung latihan live fire yang diklaim menggunakan peluncur roket ganda “super besar” berkemampuan nuklir.