
PM Israel Peringatkan akan Terus Serang Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangkaian serangan di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 400 orang akan terus berlangsung hingga Hamas mengembalikan seluruh tawanan Israel.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangkaian serangan di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 400 orang akan terus berlangsung hingga Hamas mengembalikan seluruh tawanan Israel.

Pemerintah Israel telah berkonsultasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum melancarkan serangan skala besar ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3) dini hari.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) kembali melakukan serangan di Jalur Gaza. Serangan ini merupakan yang terbesar sejak gencatan senjata dengan Hamas berlaku pada 19 Januari lalu.

Tim penyelamat dan petugas medis Palestina menemukan 30 jenazah yang tertimpa reruntuhan di Gaza, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan akibat perang Israel-Hamas sejak Oktober 2023 menjadi 48.440.

Sejumlah prajurit Kontingen Garuda UNIFIL yang tergabung dalam Satgas Civil Military Cooperation (CIMIC) XXXI-N mengunjungi beberapa tokoh masyarakat di perbatasan Lebanon dan Israel.

Hamas dan Israel kembali melakukan pertukaran sandera. Ratusan tawanan Palestina dibebaskan dari Tel Aviv dan ditukar dengan empat jasad sandera Hamas.

Israel dan Hamas mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menukar sandera Israel yang tewas dengan ratusan sandera Palestina.

Iran menegaskan bahwa negaranya akan terus mengembangkan program nuklir yang sesuai dengan haknya dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Hal itu diungkapkan usai Israel dan AS berkomitmen untuk melawan ambisi nuklir Iran.

Hamas mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin perjanjian gencatan senjata dengan Israel berakhir. Hal ini diungkapkan menjelang pertukaran sandera yang seharusnya dilakukan besok.

Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa gencatan senjata Gaza akan berakhir jika Hamas tidak mengembalikan sandera paling lambat pada Sabtu (15/2) siang waktu setempat.