Israel dan Hamas Sepakat Kembali Melakukan Pertukaran Sandera

Jakarta, IDM - Israel dan Hamas mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menukar sandera Israel yang tewas dengan ratusan sandera Palestina.
Kesepakatan itu membuat gencatan senjata tetap berlangsung usai Israel dan Hamas saling tuduh melakukan pelanggaran. Israel telah menunda pembebasan 600 sandera Palestina sejak Sabtu lalu, karena Hamas disebut telah memperlakukan para sandera dengan kejam.
Baca Juga: Presiden Ukraina Ingin Akhiri Konflik dengan Rusia Tahun Ini
Sementara, kepala Hamas di Gaza, Khalil Al-Hayya, menyebut pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan dengan Israel dan menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata.
"Mereka (tahanan Palestina) akan dibebaskan bersamaan dengan jenazah tahanan Israel (sandera) yang telah disepakati untuk diserahkan selama tahap pertama, selain wanita dan anak-anak Palestina," katanya melansir Reuters, Rabu (26/2).
Baca Juga: Presiden Xi Dukung Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Selain itu, Israel dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menambah durasi tahap satu gencatan senjata di Gaza yang seharusnya berakhir pada Sabtu. Alasannya karena Israel ingin Hamas mengembalikan seluruh 63 sandera yang tersisa. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































