
DPR Desak Israel Buka Akses Bantuan ke Gaza Jelang Musim Dingin
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak Pemerintah Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza seiring datangnya musim dingin yang membawa hujan deras.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak Pemerintah Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza seiring datangnya musim dingin yang membawa hujan deras.

Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan militer Israel kembali menargetkan personelnya dalam sebuah insiden terbaru di perbatasan.

Israel telah menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di wilayah Gaza sejak gencatan senjata dengan Hamas dimulai pada 10 Oktober lalu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa Israel telah menolak 107 permintaan atas masuknya pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak gencatan senjata 10 Oktober lalu.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mengecam keras tindakan militer Israel yang kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza di tengah masa gencatan senjata. Sedikitnya 26 warga sipil Gaza dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan tetap berjalan meskipun terjadi serangan udara terbaru dari Israel.

Pasukan Bersenjata Israel (IDF) mengatakan bahwa pihaknya telah menerima tawanan yang tewas dari Hamas melalui Palang Merah Internasional (ICRC) pada beberapa waktu lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan bahwa negaranya tidak akan menerima kehadiran Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dari Turki di Gaza.

Peringatan Amerika Serikat kepada Israel soal 30 hari kritis ke depan menandakan kekhawatiran Washington terhadap rapuhnya gencatan senjata Gaza.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio memperingatkan bahwa Israel dapat merusak kesepakatan gencatan senjata Gaza jika menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina.