
Israel Bersikeras Tidak akan Mundur dari Gaza
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (IDF) tidak akan bergerak mundur sejengkal pun dari 'Garis Kuning' di Gaza sampai Hamas dilucuti senjatanya.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (IDF) tidak akan bergerak mundur sejengkal pun dari 'Garis Kuning' di Gaza sampai Hamas dilucuti senjatanya.

Palestina mengecam tindakan Israel yang terus melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan di Jalur Gaza, yang menewaskan 14 warga Palestina.

Rencana pemerintah Indonesia untuk mengirimkan hingga 8.000 personel pasukan perdamaian ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilisation Force (ISF) telah memantik diskursus panas. Di ruang publik, reaksi terbelah tajam antara kebanggaan akan peran aktif negara dan skeptisisme yang cukup keras. Narasi yang berkembang di kalangan skeptis umumnya berkisar pada kekhawatiran bahwa Indonesia sedang masuk ke dalam "jebakan" Amerika Serikat, atau sekadar menjadi stempel legitimasi bagi skenario asing.

Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shaheen menyerukan agar Jerman dan Finlandia mengakui Negara Palestina. Tujuannya untuk memperkuat posisi diplomatik dan hukum Palestina di kancah internasional hingga memberikan tekanan politis terhadap pendudukan Israel.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel terus melakukan serangan udara dan agresi di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, di tengah kesepakatan gencatan senjata yang memasuki tahap kedua.

Otoritas Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump mengecam kebijakan perluasan pendudukan Israel di Tepi Barat, Palestina.

Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan bahwa kebijakan ekspansionis Israel dan langkah-langkah ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki beresiko meningkatkan ketegangan.

Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal menolak seruan untuk pelucutan senjata faksi-faksi Palestina di Gaza, dengan alasan bahwa melucuti senjata dari rakyat yang diduduki akan menjadikan mereka "korban mudah untuk dieliminasi".

Israel telah berulangkali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas dan melakukan serangkaian serangan. Setidaknya 357 warga Palestina tewas dan 903 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Perasaan was-was menyelimuti prajurit KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 saat langit Mediterania mendadak membara. Di balik seragam loreng dan wajah tegar mereka, terselip rasa manusiawi ketika rudal-rudal Iran dan Israel saling tangkis tepat di atas dek kapal.