Harga minyak dunia naik tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2). Harga minyak naik dan stok merosot karena serangan tersebut menganggu rantai pasok global.
Iran menegaskan bahwa perang yang tengah berkecamuk usai serangan gabungan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya terkait militer. Iran juga memerangi disinformasi yang disebarluaskan oleh kedua pihak tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam setelah Iran mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, akibat serangan udara yang dituding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai serangan terbaru di kawasan Timur Tengah sebagai perkembangan serius yang berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung di tingkat regional maupun internasional.
Pekan ini, panggung geopolitik Timur Tengah kembali menjadi saksi bisu atas dua manuver diplomasi yang sangat kontras dari dua kekuatan utama Asia. Di satu sisi, Perdana Menteri India Narendra Modi mencetak sejarah dengan berpidato di hadapan Parlemen Israel (Knesset). Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan strategis ke Amman, Yordania, untuk melangsungkan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II.
Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang merujuk legitimasi historis dan teologis Israel atas wilayah luas di Timur Tengah memicu respons dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Somaliland, wilayah separatis yang masih menjadi bagian dari Somalia, menyatakan bersedia memberi akses pangkalan militernya kepada Amerika Serikat (AS).