
AS Langgar Komitmen, Iran Enggan Tunduk terhadap MoU
Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) selama Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelanggaran.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) selama Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelanggaran.

Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap Iran, yang menargetkan puluhan situs militer di beberapa titik pada Minggu (13/7). Hal itu disebut sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono beserta delegasi melakukan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Imam Reza Shrine, Mashad pada Jumat (10/7).

Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang dan saling menyalahkan, yang semakin memperburuk ketegangan antara keduanya sekaligus keamanan di kawasan.

Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah merupakan "target sah" untuk diserang jika Washington terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Rencana Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif tidak akan dimulai jika ancaman dari Amerika Serikat (AS) terus berlanjut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel, akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli mendatang. Namun, prosesi penghormatan akan dimulai besok.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak memenuhi komitmen kesepakatan untuk mengakhiri konflik, maka Teheran akan merespons.

Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan perundingan melalui mediator Qatar, yang disebut telah menghasilkan "kemajuan positif" pada isu-isu yang dicantumkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.