
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Minggu, Selat Hormuz Kembali Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan setelah dimediasi oleh Pakistan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan setelah dimediasi oleh Pakistan.

Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menerima proposal berisi langkah-langkah mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa ia memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial.

Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps /IRGC) mengklaim telah menghancurkan drone MQ-9 Reaper di Kota Isfahan pada beberapa waktu lalu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam kurun waktu 48 jam.

Pilot F-15E Amerika Serikat (AS) berhasil dievakuasi setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran pada beberapa waktu lalu. Namun, satu orang awak pesawat masih dalam pencarian.

Inggris bersama puluhan negara lainnya sepakat menjajaki pemberlakuan sanksi untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Iran memeringatkan bahwa individu maupun kelompok yang terbukti melakukan spionase atau bekerja sama dengan 'negara musuh' dapat dijatuhi hukuman mati dan penyitaan seluruh aset berdasarkan undang-undang.

Inggris akan menggelar pertemuan secara daring dengan 35 negara pada Kamis (2/4). Tujuannya untuk membahas langkah membuka kembali Selat Hormuz, yang telah dibatasi oleh Iran karena konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi "nilai aliansi NATO". Hal itu diungkapkan sebagai bentuk kekecewaan karena aliansi itu enggan terlibat langsung dalam serangan ke Iran.