Prajurit Marinir langsung tancap gas memulihkan kondisi Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, usai diterjang banjir. Tanpa buang waktu, pasukan ini menyulap lokasi bencana dengan membangun hunian sementara hingga menyambung kembali jembatan yang putus.
TNI AD berkolaborasi dengan Kementerian Kehutanan, BNPB, Universitas Gadjah Mada dan Rumah Zakat berhasil membangun hunian sementara (Huntara) dari material kayu gelondongan yang hanyut saat banjir bandang Aceh.
Kepedulian terhadap warga terdampak bencana terus ditunjukkan oleh TNI-Polri melalui layanan kesehatan keliling yang menjangkau desa-desa di wilayah Sumatra.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, rampung pada 14 Februari 2026.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules untuk mengangkut material hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
TNI Angkatan Udara mengirim 12,369 ton material hunian sementara (huntara) milik PT Waskita Karya (Persero) ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggunakan pesawat angkut berat C-130 Hercules, Senin (19/1).
Pesawat C-130 Super Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengangkut 13 ton panel PVC yang akan digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh.
Korps Marinir bergerak cepat menyiapkan lahan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin (5/1).
TNI berkolaborasi dengan (TNI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jadi salah satu faktor utama percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.