Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa penyerahan seluruh tawanan yang tewas selama konflik Israel-Hamas merupakan sebuah tantangan besar dan membutuhkan waktu cukup lama.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau UN OCHA melaporkan bahwa bantuan kemanusiaan mulai masuk ke Jalur Gaza secara signifikan di tengah gencatan senjata Israel-Hamas, yang berlaku sejak Jumat (10/10) lalu.
Hamas telah membebaskan 20 tawanan Israel dalam dua gelombang melalui badan internasional Red Cross pada Senin (13/10). Hal ini dilakukan sebagai wujud kesepakatan dengan Israel, berdasarkan tahap pertama rencana guna mengakhiri konflik.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan menggelar rapat kabinet untuk mensahkan kesepakatan yang dicapai dengan Hamas guna mengakhiri konflik di Gaza.
Israel dan Hamas menyepakati tahap pertama gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tawanan, berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hamas menyatakan siap mencapai kesepakatan untuk akhiri konflik di Gaza, berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, Hamas menuntut jaminan komitmen Israel.
Delegasi dari Israel dan Hamas telah melakukan negosiasi tidak langsung di Mesir kemarin, dan akan berlanjut pada Selasa (7/10). Perundingan ini berfokus pada proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perdamaian Gaza.
Para pejabat Hamas berada Mesir untuk melakukan perundingan dengan mediator terkait rincian implementasi tahap pertama proposal gencatan senjata Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.