Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza pada beberapa waktu lalu, guna menekan kelaparan akibat agresi Israel terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mengungkapkan bahwa satu dari tiga orang di Gaza belum makan selama berhari-hari dan anak-anak terus mengalami penurunan berat badan akibat pasokan makanan yang sedikit.
Setelah menerima desakan dan kritik internasional secara masif, Israel mengumumkan jeda pertempuran terbatas selama 10 jam per hari di tiga wilayah padat di Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan operasi militer setiap hari selama 10 jam di beberapa wilayah Gaza dan mengizinkan masuknya pasokan bantuan.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA melaporkan bahwa blokade Israel terhadap akses bantuan telah menyebabkan masyarakat Gaza kelaparan termasuk 1 juta anak-anak.