Tidak bisa dimungkiri, palagan Rusia versus Ukraina serta konfrontasi bersenjata antara Amerika Serikat-Israel, dan Iran telah membuka mata dunia terkait wajah asli modern warfare. Operasi militer hari ini tidak lagi sekadar adu moncong meriam konvensional, melainkan keterlibatan serangan udara presisi, rudal balistik, serta infiltrasi intelijen dan siber yang masif.
Prajurit Pasmar 2 mempelajari penguasaan teknologi militer guna menghadapi perubahan pola operasi tempur modern. Korps Baret Ungu ini menerjunkan para prajuritnya untuk menguasai pengoperasian pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya, Senin (14/9).
Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) jadi saksi lahirnya “Ambara”, drone karya anak bangsa yang kini mulai mengudara untuk misi pengawasan maritim.
Perkembangan teknologi militer modern telah mengubah wajah medan tempur secara drastis. Kebutuhan akan data intelijen yang secara berkala (real-time), akurat, dan berisiko rendah bagi personel menjadi prioritas utama. Menjawab tantangan tersebut, TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak tinggal diam. Berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Nomor 10 Tahun 2016, dibentuklah Skuadron 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) di bawah naungan Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yang bermarkas di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Prajurit Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (USMC) saling beradu taktik tempur modern di Pesawaran, Lampung. Pasukan gabungan ini menguji skenario pertempuran, mulai dari pengintaian udara berbasis teknologi nirawak hingga pertempuran jarak dekat di darat.
Amerika Serikat (AS) membentuk satuan tugas drone serang multinasional dan multidomain untuk pertama kalinya, yang bertajuk 'Task Force Falcon Strike'.
Era perang modern telah mengalami perubahan mendasar. Teknologi sistem tanpa awak atau unmanned systems kini bukan lagi sekadar pelengkap kekuatan militer, melainkan telah menjadi bagian penting dari ekosistem pertahanan yang menghubungkan sensor, data, komunikasi, kecerdasan buatan (AI), sistem komando hingga unsur manusia sebagai pengguna.
Houthi kembali meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal ke Kota al-Makha, Yaman, yang menewaskan tujuh orang. Serangan ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah bombardir menewaskan sekitar sebelas orang.