
Kapal Fregat Perancis Tembak Jatuh Dua Drone di Laut Merah
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Perancis mengatakan bahwa kapal fregat Languedoc telah menembak jatuh dua drone yang terbang di atas Laut Merah dari arah Yaman pada beberapa waktu lalu.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Perancis mengatakan bahwa kapal fregat Languedoc telah menembak jatuh dua drone yang terbang di atas Laut Merah dari arah Yaman pada beberapa waktu lalu.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan lebih dari 30 drone yang diluncurkan Ukraina dalam semalam.

Otoritas Keamanan Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan serangan drone bertubi-tubi terhadap beberapa fasilitas. Serangan itu menyebabkan pemadaman listrik di lebih dari 400 kota dan desa di wilayah bagian selatan, tenggara, dan utara.

Belasan kapal perang kombatan TNI AL menembakkan artilerinya ke Pulau Gundul sebagai target dan sasaran udara berupa drone dalam di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/11).

Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menembak jatuh sebuah drone yang sedang menuju ke arah kapal itu saat kapal berlayar di Laut Merah. Drone itu diyakini terbang dari Yaman.

Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan tempur gabungan yang melibatkan drone, kendaraan nirawak, dan sensor laser. Tujuannya memodernisasi militer sekaligus menghadapi tantangan perang yang semakin canggih.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL bakal melengkapi persenjataan nirawak secara bertahap untuk menghadapi ancaman perang hibdrida di era modern.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pat Ryder mengatakan bahwa kapal perusak USS Carney berhasil mencegat tiga rudal jelajah dan beberapa drone yang diluncurkan oleh militan Houthi dari Yaman. Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu diduga menargetkan Israel.

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone Turki di Suriah. Hal itu dilakukan karena drone beroperasi dalam jarak yang terlalu dekat dengan pasukan AS.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pertahanan udara miliknya telah mencegat lima rudal HIMARS buatan AS, sebuah bom JDAM yang diluncurkan dari udara, dan 37 drone Ukraina dalam 24 jam terakhir.