Korps Marinir TNI AL bakal kedatangan rombongan instruktur militer asal Belanda. Para prajurit Negeri Kincir Angin tersebut sengaja datang untuk berguru teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) dan taktik perang hutan (jungle warfare) milik Marinir Indonesia.
Indonesia dan Belanda resmi menjadi penyelenggara bersama UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada kuartal keempat tahun depan. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah forum tingkat menteri tersebut.
Gelombang laut dan gemuruh mesin kapal perang biasanya menjadi medan laga utama para pelaut. Namun, lembaran sejarah revolusi Indonesia mencatat kisah unik ketika para penjaga samudra justru menjejakkan kaki di puncak pegunungan dan lebatnya hutan demi mempertahankan kedaulatan republik.
Dosen Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Satrio Dwicahyo, membongkar rekam jejak panjang satuan penyelam TNI AL periode 1950 hingga 2025. Ia melacak berbagai dokumen sejarah hingga ke Perpustakaan Universitas Leiden dan Arsip Nasional Belanda di Den Haag.
Kapal Onrust adalah kapal perang uap milik Belanda yang ditenggelamkan pada 26 Desember 1859 oleh laskar pejuang di bawah pimpinan Tumenggung Surapati selama Perang Banjar atau Perang Barito. Kini kapal tersebut ditemukan kembali di Sungai Barito, Kota Muara Teweh, Kalimantan Tengah.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia dan Belanda sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat implementasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).
Ada pemandangan menarik di Laut Jawa akhir pekan ini. Kapal perang TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, terlihat menempel ketat fregat canggih milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda, HNLMS De Ruyter F-804.
Pemerintah Indonesia mempererat kerja sama maritim dengan Belanda di tengah dinamika geopolitik dunia yang berdampak besar bagi sektor tersebut. Langkah itu diwujudkan dalam pertemuan ke-6 Forum Maritim Bilateral Indonesia-Belanda pada 10-12 Februari 2026.
TNI AL dan Kementerian Pertahanan Belanda membedah ancaman serius yang mengintai infrastruktur bawah air. Kedua pihak menilai kabel internet dan pipa migas kini menjadi target paling rawan dalam skenario perang hibrida (hybrid warfare).