TNI AL menerjunkan pasukannya dalam latihan militer gabungan skala internasional bertajuk Exercise Trident Resolve 2026 di Provinsi Banten. Latihan lintas negara ini mengumpulkan angkatan bersenjata se-ASEAN dan negara mitra untuk menyelaraskan penanganan bencana alam skala besar.
Saat bencana besar terjadi, peran Tentara Nasional Indonesia selalu sebagai garda terdepan yang hadir untuk membantu, mengevakuasi, serta menjadi jembatan kebutuhan darurat warga. Dalam bencana besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, misalnya, TNI memastikan bahwa bantuan tidak berhenti di kota besar saja, melainkan menjangkau sampai desadesa terpencil.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter Caracal untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah dengan akses transportasi yang terbatas.
Pejabat baru Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari menemui Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
TNI AL melalui alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 43 tahun 1997 mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Halmahera, Kamis (15/1). Bantuan diberangkatkan menggunakan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dari Kolinlamil, Jakarta.
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melepas KN. Singa Laut-402 untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Siau, Sulawesi Utara, Kamis (8/1).
Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1989 mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Sumatra menggunakan kapal bantu rumah sakit TNI AL, KRI Soeharso-990.
Sejak bencana terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, TNI AU telah mengirimkan bantuan kemanusiaan mencapai 900 ton per Minggu (4/1).
TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah membantu mendistribusikan sebanyak 600 ton bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Lanud Husein Sastranegara bersama warga Kota Bandung berhasil menghimpun tiga ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.