INTERNASIONAL

Selandia Baru Khawatir Dominasi Cina Rusak Stabilitas Keamanan di Pasifik

Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins
Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins. (Foto: Dok. ABP)

Jakarta, IDM - Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins menyatakan kekhawatirannya atas dominasi Cina yang semakin berkembang di wilayah Pasifik. Menurutnya, sikap agresif Cina membuat situasi menjadi rawan konflik dan tidak dapat diprediksi.

“Wilayah kami menjadi lebih diperebutkan, kurang dapat diprediksi, dan kurang aman,” kata Hipkins dalam pidatonya di China Business Summit melansir The Guardian, Rabu (19/7).

Baca Juga: Hadapi Ancaman Iran, AS Tambah Armada Tempur di Jalur Kapal Minyak

Lebih lanjut, Hipkins mengatakan bahwa postur militer Cina yang meningkat telah membuat seluruh negara di kawasan Pasifik ikut berusaha mendorong kapabilitas pertahanan masing-masing. Sehingga, secara tidak langsung memicu persaingan strategis yang mungkin akan terus berlanjut dalam jangka panjang.

“Kebangkitan Cina yang berupaya memperluas pengaruh itu menjadi pendorong utama meningkatnya persaingan strategis, khususnya di wilayah yang lebih luas yaitu Indo-Pasifik,” katanya.

Sejalan dengan itu, Hipkins menyerukan pada sesama negara-negara di Pasifik untuk memperkuat kerja sama. Menurutnya, kemitraan dan inklusivitas sangatlah penting untuk menghadapi berbagai tantangan di kawasan.

Baca Juga: Putin: Rusia Siap Luncurkan Bom Cluster Jika Ukraina Menggunakannya Lebih Dulu

Hipkins pun mengakui pihaknya perlu mempertahankan hubungan baik dengan Cina. Sebab, negara tirai bambu itu merupakan partner perdagangan utama dengan Selandia Baru.

"Hubungan kita dengan Cina akan terus membutuhkan manajemen dengan hati-hati. Tetapi kekuatan (Cina) itu telah menimbulkan tantangan bagi negara-negara kecil seperti Selandia Baru yang bergantung pada stabilitas dan prediktabilitas aturan internasional untuk kemakmuran dan keamanan," jelasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.