PBB Sebut Myanmar Terjerumus Krisis Akibat Konflik Terus Berlanjut

Jakarta, IDM – Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Julie Bishop, memperingatkan bahwa Myanmar telah terperosok dalam krisis akibat konflik yang terus berlangsung dan jaringan kriminal yang tidak terkendali.
"Skala besar produksi dan perdagangan senjata, perdagangan manusia, pembuatan dan perdagangan narkoba, serta pusat penipuan membuat Myanmar kini menempati peringkat tertinggi di antara semua negara anggota untuk kejahatan terorganisasi. Jaringan kriminal tidak terkendali," katanya melansir Al Jazeera, Rabu (30/10).
Baca Juga: Hizbullah Tunjuk Pemimpin Pengganti Nasrallah
Eskalasi konflik memuncak saat junta Myanmar menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021. Dalam setahun terakhir, kelompok etnis bersenjata telah menguasai sebagian wilayah di Myanmar, sementara pasukan junta militer menguasai sebagian lainnya.
Menurut Bishop, konflik Myanmar telah sangat merusak supremasi hukum. Adapun, PBB memperkirakan sekitar 18,6 juta warga sipil membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: AS Peringatkan Iran atas Konsekuensi Berat Jika Balas Serangan Israel
"Setiap jalan menuju rekonsiliasi membutuhkan diakhirinya kekerasan, akuntabilitas, dan akses tanpa batas bagi PBB dan mitranya," imbuhnya.
"Konflik Myanmar berisiko menjadi krisis yang terlupakan. Dampak regional dari krisis ini jelas terlihat, tetapi dampak global tidak dapat lagi diabaikan," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































