Patuhi Konstitusi, Indonesia Tolak Beri Bantuan Senjata ke Ukraina

Jakarta, IDM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, Rabu (27/4) bahwa Indonesia menolak permintaan bantuan persenjataan yang diajukan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Jokowi juga menegaskan penolakan tersebut sesuai dengan amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia.
"Saya menegaskan sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain," ungkap Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/4).
Seperti diketahui, Indonesia telah menerapkan prinsip politik bebas aktif sehingga tidak diperbolehkan memasok senjata ke negara-negara lain oleh Konstitusi.
Politik bebas aktif merupakan prinsip politik luar negeri Indonesia yang tertuang dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.
Pasal 2 UU Nomor 37 Tahun 1999 menyebut Hubungan Luar Negeri dan Politik Luar Negeri didasarkan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Garis besar haluan Negara.
Kemudian Pasal 3 UU No 37 Tahun 1999 tersebut menjelaskan politik bebas aktif bukan politik netral. Politik bebas aktif politik luar negeri yang bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional.
Meski demikian, Jokowi menyatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina. Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga berharap agar invasi Rusia ke Ukraina dapat segera dihentikan dan segera mencari solusi damai. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































