Jakarta, IDM โย Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyerukan negara-negara Barat untuk berhenti menjual senjata pada Tel Aviv.
Berbicara melalui telepon dengan Macron, Netanyahu menganggap embargo itu hanya akan menguntungkan Iran dan kelompok proksinya.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, hari ini, berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Perdana Menteri (Netanyahu) menegaskan kembali posisi Israel bahwa mengingat dukungan Iran terhadap poros terorismenya, Israel mengharapkan teman-temannya untuk mendukungnya dan tidak memberlakukan pembatasan yang hanya akan memperkuat poros kejahatan Iran,” tulis kantor Perdana Menteri Israel melalui Gov.il, dikutip pada Senin (7/10).
Baca Juga:ย Israel Hancurkan Jalan yang Digunakan untuk Mengungsi dari Lebanon ke Suriah
Israel telah meningkatkan serangan di Lebanon dalam beberapa minggu terakhir, yang diklaim menargetkan Hizbullah, kelompok militan pro-Iran. Namun, serangan Israel itu telah menghantam infrastruktur sipil dan menewaskan ribuan warga.
“Perdana Menteri Netanyahu menekankan bahwa tindakan Israel terhadap Hizbullah menciptakan peluang untuk mengubah realitas di Lebanon demi stabilitas, keamanan, dan perdamaian di seluruh kawasan,” katanya.
Pada Sabtu (5/10) lalu, Macron mengatakan kepada media lokal France Inter bahwa menghentikan penjualan senjata ke Israel dapat menjadi solusi perdamaian bagi konflik di Lebanon dan Gaza.
Baca Juga:ย AS Luncurkan Serangan Udara Terhadap Houthi di Yaman
“Prioritas saat ini adalah kita kembali ke solusi politik, yaitu kita berhenti mengirim senjata untuk berperang di Gaza,” kata Macron.
“Prioritas kami sekarang adalah untuk menghindari eskalasi. Rakyat Lebanon tidak boleh dikorbankan, Lebanon tidak boleh menjadi Gaza lainnya,” tambahnya. (bp)