Jakarta, IDM – Menlu anggota ASEAN mengadakan pertemuan di kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis (27/10). Pertemuan tersebut khusus membahas pelaksanaan lima poin konsensus terkait isu Myanmar.
Pelaksanaan pertemuan ini terwujud atas dasar kesepakatan para Menlu ASEAN yang mengadakan perundingan informal di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat pada September lalu.
Menurut Menlu RI Retno Marsudi, pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan masukan kepada para pemimpin ASEAN yang akan bertemu saat KTT ASEAN di Pnom Penh, pada 11 hingga 15 November 2022.
โTujuan pertemuan Special Meeting ini adalah untuk memberikan masukan mengenai isu Myanmar kepada para pemimpin ASEAN yang akan bertemu dalam KTT bulan November di Phnom Penh di bawah keketuaan Kamboja,โ ujarnya seperti dilansir Kemlu.go.id.
Isu Myanmar merupakan hal yang telah menjadi perhatian Negara-negara ASEAN karena implementasi lima poin konsensus yang tidak terlaksana dengan baik.
โPara Menlu ASEAN menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan terhadap tidak adanya kemajuan signifikan dari pelaksanaan lima poin konsensus, sangat jelas kekhawatiran dan bahkan beberapa negara menyampaikan rasa frustasinya terhadap tidak adanya kemajuan ini. Alih-alih ada kemajuan, situasi bahkan dikatakan memburuk,โ tambah Retno.
Retno menegaskan bahwa selain dari peran ASEAN, pihak militer Junta juga harus terlibat dalam menciptakan situasi damai berdasarkan lima poin konsensus. Meskipun begitu, upaya mencari solusi tersebut tidak ada kaitannya dengan pengakuan terhadap kudeta yang dilakukan oleh Junta.
ASEAN telah berupaya untuk menyebarkan pesan damai dan memfasilitasi perdamaian dari konflik Myanmar. Sejak konflik terjadi ketika militer Junta mengambil alih pemerintahan Myanmar, ASEAN berperan dalam mendorong penerapan lima poin konsensus yang disepakati pada April tahun lalu.
Baca: F-15EX akan Ramaikan Pameran Indo Defense 2022
Lima poin konsensus sendiri terdiri dari penghentian kekerasan, dialog konstruktif antara semua pihak, penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar dalam fasilitasi proses dialog, penyaluran bantuan kemanusiaan oleh ASEAN, dan kunjungan Utusan Khusus ASEAN ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak. (bp)