Kyiv: Sekitar 25.000 Pasukan Ukraina Tewas di Medan Tempur

Jakarta, IDM - Kelompok penelitian Kyiv mengatakan bahwa hampir 25.000 pasukan Ukraina tewas sejak konflik dengan Rusia pada Februari tahun lalu. Namun, jumlah itu diperkirakan belum sepenuhnya terhitung karena sebagian pasukan dinyatakan hilang.
Dilansir dari Reuters, Kamis (16/11), peneliti Herman Shapovalenko dan sejarawan Yaroslav Tynchenko melalui laporan 'Shapovalenko's Book of Memory' mengatakan telah mengkonfirmasi kematian pasukan Ukraina sebanyak 24.500 orang.
Baca Juga: Truk Pengangkut Bahan Bakar Mulai Menyeberang ke Gaza dari Mesir
Puluhan ribu pasukan itu dilaporkan tewas terkena serangan atau menjalani tugas di medan tempur. Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi, sebab sekitar 15.000 tentara yang hilang kemungkinan besar telah tewas.
“Jelas, 24.500 nama tersebut bukanlah jumlah akhir yang meninggal (meninggal), namun menurut penilaian kami, jumlahnya tidak kurang dari 70%,” tulis para penulis.
Baca Juga: Korut Klaim Berhasil Uji Mesin Bahan Bakar Padat untuk Rudal Balistik
Mereka menjelaskan, jumlah total korban tewas dalam situasi pertempuran dan non-tempur mencapai lebih dari 30.000 orang. Dengan menerapkan rasio 1:3, mereka juga menyebut sebanyak 100.000 tentara terluka.
Laporan itu muncul ketika Ukraina kesulitan dan membutuhkan bantuan sistem pertahanan udara lebih banyak dari sekutu untuk menghadapi Rusia. Sebelumnya, seorang jenderal Ukraina menyebut konflik telah berubah menjadi 'statis' karena tidak menghasilkan kemajuan yang signifikan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































