INTERNASIONAL

Kunci Kekuatan Bawah Laut, Rusia Tingkatkan Armada Kapal Selam

K-561 Kazan
Kapal selam bertenaga nuklir kelas Yasen, K-561 Kazan Rusia di Pangkalan Angkatan Laut Severomorsk pada Juni 2021 (Foto: Dok. Tass)

Jakarta, IDM – Ketegangan antara negara-negara Barat dengan Rusia meningkat dengan adanya kekhawatiran kekuatan Rusia yang berkembang di kawasan. Khususnya di domain bawah laut karena armada kapal selam merupakan salah satu fokus utama pertahanan Pemerintah Putin selama beberapa dekade mendatang.

Dilansir dari Newsweek, Senin (6/3), Direktur Institut Studi Maritim Rusia Michael Peterson mengatakan bahwa Rusia melihat masa depan keamanan nasional berkaitan erat dengan kekuatannya di laut.

“Rusia selama setidaknya satu dekade telah mengembangkan kemampuan perang dasar laut yang sangat signifikan. Sebagian besar termasuk program organisasi GUGI, yaitu Direktorat Utama Riset Laut Dalam Rusia,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Diskusi Teknologi Militer Modern Bersama Mansour bin Zayed di UEA

Dibawah pengawasan GUGI, Angkatan Laut Rusia memiliki armada kapal selam yang paling beragam di dunia. Beberapa diantaranya mampu membawa rudal balistik dengan hulu ledak nuklir, yang dianggap sebagai kunci pencegahan (deterrence).

“Orang-orang dari Angkatan Laut Rusia adalah yang terbaik, pelaut terbaik yang dimiliki Rusia. Itu karena misinya sangat berbahaya dan sangat kompleks serta sangat penting untuk keamanan Rusia,” jelasnya.

Menurut Peterson, GUGI menjadi bagian penting dari Kementrian Pertahanan Rusia yang diyakini memiliki misi berupa membangun komunikasi bawah laut, jaringan sensor, penyelamatan kapal selam serta penyelidikan reruntuhan. Sehingga, armada bawah laut Rusia menimbulkan kekhawatiran barat akan ancaman keamanan bawah laut, khususnya terkait jaringan komunikasi.

“Sejumlah kapal selam lain mampu menempatkan alat pendengar atau bahan peledak pada benda-benda seperti kabel laut dalam. Mereka dapat menempatkan sensor di dasar laut. Jika kabel internet transatlantik dibajak oleh Rusia, akan memiliki implikasi finansial yang sangat besar serta sangat membatasi komunikasi antara Amerika Serikat dan benua Eropa," kata Peterson.

Baca Juga: Bertemu Menlu Rusia, Blinken Tegaskan Dukungan Tanpa Henti Bagi Ukraina

Kekhawatiran akan kapabilitas Rusia ini semakin meningkat setelah insiden bocornya pipa gas Nord Stream di Laut Baltik. Meskipun tidak terbukti adanya keterlibatan Rusia, namun sejak saat itu NATO berupaya saling berkoordinasi meningkatkan keamanan infrastruktur di bawah laut.

Begitu pun dengan salah satu anggotanya, Prancis yang membentuk strategi pertahanan berupa meningkatkan pertahanan hingga dasar laut. Pada 20 Januari 2023, Presiden Emmanul Macron mengatakan bahwa pemerintahannya akan "membangun kemampuan dalam mengendalikan dasar laut untuk melindungi infrastruktur bawah air yang vital." (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.