Jumat, 4 April 2025

Kunci Kekuatan Bawah Laut, Rusia Tingkatkan Armada Kapal Selam

Jakarta, IDM โ€“ย Ketegangan antara negara-negara Barat dengan Rusia meningkat dengan adanya kekhawatiran kekuatan Rusia yang berkembang di kawasan. Khususnya di domain bawah laut karena armada kapal selam merupakan salah satu fokus utama pertahanan Pemerintah Putin selama beberapa dekade mendatang.

Dilansir dari Newsweek, Senin (6/3), Direktur Institut Studi Maritim Rusia Michael Peterson mengatakan bahwa Rusia melihat masa depan keamanan nasional berkaitan erat dengan kekuatannya di laut.

โ€œRusia selama setidaknya satu dekade telah mengembangkan kemampuan perang dasar laut yang sangat signifikan. Sebagian besar termasuk program organisasi GUGI, yaitu Direktorat Utama Riset Laut Dalam Rusia,โ€ ujarnya.

Baca Juga:ย Prabowo Diskusi Teknologi Militer Modern Bersama Mansour bin Zayed di UEA

Dibawah pengawasan GUGI, Angkatan Laut Rusia memiliki armada kapal selam yang paling beragam di dunia. Beberapa diantaranya mampu membawa rudal balistik dengan hulu ledak nuklir, yang dianggap sebagai kunci pencegahan (deterrence).

โ€œOrang-orang dari Angkatan Laut Rusia adalah yang terbaik, pelaut terbaik yang dimiliki Rusia. Itu karena misinya sangat berbahaya dan sangat kompleks serta sangat penting untuk keamanan Rusia,โ€ jelasnya.

Menurut Peterson, GUGI menjadi bagian penting dari Kementrian Pertahanan Rusia yang diyakini memiliki misi berupa membangun komunikasi bawah laut, jaringan sensor, penyelamatan kapal selam serta penyelidikan reruntuhan. Sehingga, armada bawah laut Rusia menimbulkan kekhawatiran barat akan ancaman keamanan bawah laut, khususnya terkait jaringan komunikasi.

โ€œSejumlah kapal selam lain mampu menempatkan alat pendengar atau bahan peledak pada benda-benda seperti kabel laut dalam. Mereka dapat menempatkan sensor di dasar laut. Jika kabel internet transatlantik dibajak oleh Rusia, akan memiliki implikasi finansial yang sangat besar serta sangat membatasi komunikasi antara Amerika Serikat dan benua Eropa,” kata Peterson.

Baca Juga: Bertemu Menlu Rusia, Blinken Tegaskan Dukungan Tanpa Henti Bagi Ukraina

Kekhawatiran akan kapabilitas Rusia ini semakin meningkat setelah insiden bocornya pipa gas Nord Stream di Laut Baltik. Meskipun tidak terbukti adanya keterlibatan Rusia, namun sejak saat itu NATO berupaya saling berkoordinasi meningkatkan keamanan infrastruktur di bawah laut.

Begitu pun dengan salah satu anggotanya, Prancis yang membentuk strategi pertahanan berupa meningkatkan pertahanan hingga dasar laut. Pada 20 Januari 2023, Presiden Emmanul Macron mengatakan bahwa pemerintahannya akan “membangun kemampuan dalam mengendalikan dasar laut untuk melindungi infrastruktur bawah air yang vital.” (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer