Jakarta, IDM โย Cina menyerukan agar Filipina mempertimbangkan hubungan bilateral yang berada “di persimpangan jalan”, usai serangkaian insiden yang melibatkan kapal penjaga pantai kedua negara di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.
Dilansir dari Reuters, Senin (9/9), pernyataan itu dimuat dalam People’s Daily, surat kabar milik Partai Komunis yang berkuasa. Diterbitkan dengan nama pena ‘Zhong Sheng’, yang berarti ‘Suara Tiongkok’, memang seringkali digunakan untuk menyampaikan pandangan surat kabar itu tentang isu-isu kebijakan luar negeri.
Baca Juga:ย Diduga Agen Intelijen, Belarusia Tahan Warga Jepang
“Hubungan Cina-Filipina berada di persimpangan jalan, menghadapi pilihan jalan mana yang harus ditempuh. Dialog dan konsultasi adalah jalan yang tepat, karena tidak ada jalan keluar dari konflik melalui konfrontasi,” katanya.
“Filipina harus mempertimbangkan dengan serius masa depan hubungan Cina-Filipina dan bekerja sama dengan Cina untuk mendorong hubungan bilateral kembali ke jalurnya,” tambahnya.
Baca Juga:ย Drone Rusia Langgar Wilayah Udara Dua Anggota NATO
Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, termasuk bagian yang diklaim oleh Filipina. Namun, Pengadilan Arbitrase Internasional pada 2016 menetapkan klaim sepihak Cina itu tidak memiliki dasar hukum. (bp)