
OPINI

Sumber Daya Alam, Pasal 33, dan Pertahanan Negara
Koreksi pasar atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menata ekspor sumber daya alam (SDA) tidak boleh hanya dibaca sebagai urusan bursa saham. Ia memang menyentuh sentimen investor, kepastian usaha, dan prospek emiten komoditas. Namun di balik itu, ada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana negara mengelola sumber daya strategis sebagai basis ketahanan nasional.
Baca selengkapnya →OPINI

Membaca Strategi Perang Baru di Indo-Pasifik
Perubahan lanskap keamanan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan pergeseran fundamental dari konflik berbasis daratan menuju dominasi ruang maritim. Kawasan Indo-Pasifik kini menjadi episentrum kompetisi strategis dunia, bukan semata karena letak geografisnya, tetapi karena kepadatan jalur perdagangan, sumber daya laut, serta posisi vitalnya dalam arsitektur geopolitik global. Sekitar 60 persen perdagangan dunia melintasi kawasan ini, menjadikannya ruang yang tidak hanya diperebutkan secara ekonomi, tetapi juga diamankan secara militer dengan intensitas yang semakin tinggi.

Pertahanan Semesta di Tengah Ancaman Modern: Urgensi Keterlibatan Seluruh Rakyat
Di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis, sistem pertahanan negara tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebagai urusan militer semata. Indonesia kini dihadapkan pada spektrum ancaman yang jauh lebih kompleks, mulai dari konflik geopolitik hingga serangan nonmiliter berbasis teknologi. Dalam konteks ini, konsep pertahanan semesta menjadi semakin relevan dan mendesak untuk diperkuat.

Akses Bebas Ruang Udara untuk AS, Rumor yang Gagal Terbukti
Ruang publik kita kembali diuji oleh isu strategis yang bergerak lebih cepat daripada fakta resminya. Dalam beberapa hari terakhir, beredar narasi bahwa Indonesia telah memberi blanket overflight clearance kepada militer Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udara nasional tanpa pengendalian ketat. Tuduhan pun segera mengeras, bahwa pemerintah disebut memberi “blank cheque”, bahkan seolah menyerahkan sebagian kendali kedaulatan udara kepada negara lain.

Prabowo ke Moskow dan Resep Negara Kuat
Tidak semua lawatan kepala negara patut dibaca sebagai agenda diplomatik biasa. Ada kunjungan yang tampak formal di permukaan, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang lebih dalam tentang bagaimana sebuah negara membaca dunia dan menyiapkan dirinya menghadapi zaman. Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow kali ini termasuk dalam kategori itu.

Darah TNI Ditumpahkan Israel di Lebanon: Jaga Perdamaian adalah Mandat UUD 1945
Eskalasi di perbatasan utara Israel dan Lebanon kembali menelan korban dari Indonesia. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Israel Defense Forces (IDF) dan Hezbollah. Duka ini bukan hanya milik keluarga besar TNI, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.

TNI Siaga 1, Pengamat: Konsolidasi Awal dan Pesan TNI Siap Hadapi Kedaruratan
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai, status siaga 1 yang sedang dilaksanakan TNI merupakan bentuk konsolidasi awal kekuatan dalam mencermati dinamika, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Gejolak Timur Tengah dan Ujian Kedaulatan Negara
Gejolak konflik di Timur Tengah kembali menempatkan dunia pada fase ketidakpastian yang serius. Eskalasi yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat menandai pergeseran penting dalam politik global.

Ketika Modi ke Israel dan Prabowo ke Yordania
Pekan ini, panggung geopolitik Timur Tengah kembali menjadi saksi bisu atas dua manuver diplomasi yang sangat kontras dari dua kekuatan utama Asia. Di satu sisi, Perdana Menteri India Narendra Modi mencetak sejarah dengan berpidato di hadapan Parlemen Israel (Knesset). Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan strategis ke Amman, Yordania, untuk melangsungkan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II.

Pasukan Perdamaian Indonesia Masuk Gaza: Mimpi Buruk Israel?
Rencana pemerintah Indonesia untuk mengirimkan hingga 8.000 personel pasukan perdamaian ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilisation Force (ISF) telah memantik diskursus panas. Di ruang publik, reaksi terbelah tajam antara kebanggaan akan peran aktif negara dan skeptisisme yang cukup keras. Narasi yang berkembang di kalangan skeptis umumnya berkisar pada kekhawatiran bahwa Indonesia sedang masuk ke dalam "jebakan" Amerika Serikat, atau sekadar menjadi stempel legitimasi bagi skenario asing.

APBN 2026 dan Taruhan Kemandirian Industri Pertahanan
Lonjakan anggaran pertahanan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 kembali menempatkan sektor ini di bawah sorotan. Pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia. Pertanyaannya bukan lagi soal besaran anggaran, melainkan ke mana dan untuk siapa uang negara itu dibelanjakan.

Bebas-Aktif 2.0: Membaca Traktat Keamanan Baru Jakarta–Canberra
Jumat, 6 Februari 2026, Istana Merdeka menjadi panggung bagi sebuah momen penting dalam sejarah diplomasi keamanan Indonesia.

Rencana 4000 ASN Dijadikan Komcad, Pengamat Dorong Ada Pemetaan yang Jelas
Pengamat militer dan pertahanan Anton Aliabbas mendorong Kementerian Pertahanan RI agar memiliki pemetaan yang jelas ihwal rencana aparatur sipil negara (ASN) dijadikan komponen cadangan (komcad).

Pengamat Nilai Anggaran Pertahanan 2026 Pertegas Komitmen Pemerintah Bangun Indhan Dalam Negeri
Pengamat Geopolitik Human Studies Institute (HSI), Rasminto, menilai arah kebijakan pertahanan Indonesia menunjukkan konsistensi antara kepentingan keamanan nasional dan pembangunan strategis.








