TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan kembali menunjukkan profesionalisme dan kapabilitas penerbangnya melalui keikutsertaan dalam latihan udara multinasional Pitch Black 2026 yang digelar di Darwin, Australia, pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.
Penguatan kerja sama militer dan hubungan antarpersonel menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Singapura di sektor pertahanan.
Perkembangan teknologi militer yang kian pesat telah menyebabkan munculnya ancaman udara yang semakin kompleks. Kondisi tersebut kemudian mendorong TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk terus meningkatakan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), tidak terkecuali para personel radar, sebagai garda terdepan dalam sistem pertahanan udara.
Di balik kekuatan angkut strategis TNI Angkatan Udara (TNI AU), Skadron Udara 32 menjadi salah satu satuan yang memegang peranan penting. Dengan pesawat C-130 Hercules sebagai kekuatan utamanya, Skadron Udara 32 tidak hanya mendukung mobilitas pasukan dan logistik, tetapi juga menjadi andalan dalam pelaksanaan berbagai operasi militer selain perang (OMSP).
Pagi itu terasa berbeda. Kami, 30 atan dari ruang redaksi atau meja kerja seperti biasanya. Kamera dan perlengkapan liputan tetap dibawa, namun kali ini kami dilengkapi dengan helm serta rompi antipeluru yang melekat di tubuh. Tidak hanya itu, sebelum memasuki kegiatan inti, kami juga menerima pembekalan mengenai gerakan dasar perorangan, mulai dari posisi telungkup, jongkok, hingga berguling. Usai pembekalan singkat selama kurang lebih 15 menit, kami diarahkan untuk menyusuri kawasan hutan menuju sebuah bangunan dengan sejumlah ruangan kosong serta tumpukan ban yang memenuhi sisi-sisinya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS) Abdul Majid menilai, tawaran pembangunan fasilitas MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat angkut militer C-130 Hercules yang diproyeksikan berada di Bandara Kertajati merupakan langkah positif, khususnya dalam memperkuat ekosistem pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Tanah Air.
Sebanyak 82 personel Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) siap mengawali pengabdian sebagai aparat penegak hukum dan disiplin, serta pengaman di lingkungan TNI Angkatan Udara usai resmi menyandang baret biru dan dikukuhkan melalui upacara tradisi pembaretan.
Sebanyak 250 siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-211 mengikuti praktik terjun yang digelar selama beberapa hari di Shelter Para Runway Lanud Sulaiman, Bandung.
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus berjalan seiring dengan penguatan kemampuan siber, pengamanan sistem komando dan kendali (Kodal), serta pengingkatan kapasitas dalam menghadapi peperangan elektronika dan disinformasi.
TNI Angkatan Udara (TNI AU), sebagai salah satu unsur pertahanan negara, tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam berbagai operasi militer selain perang (OMSP), termasuk misi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR).
0 mnt
Yuli Ari — Profil Penulis | Indonesia Defense Magz