
Korut Diduga akan Kirim Pasukan Tambahan ke Rusia
Korea Selatan (Korsel) menduga bahwa Korea Utara (Korut) sedang bersiap untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke Rusia untuk melawan Ukraina, bahkan setelah beberapa tentaranya ditangkap.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Korea Selatan (Korsel) menduga bahwa Korea Utara (Korut) sedang bersiap untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke Rusia untuk melawan Ukraina, bahkan setelah beberapa tentaranya ditangkap.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA mengatakan bahwa 653 truk yang membawa bantuan telah memasuki Jalur Gaza pada Kamis (23/1), hari kelima gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Amerika Serikat (AS) telah memindahkan sistem peluncur rudal Typhon dari lapangan udara Laoag di Filipina ke lokasi lain di Pulau Luzon pada beberapa waktu lalu.

Sekitar 1.000 tentara Korea Utara (Korut) diyakini tewas saat bertempur bersama Rusia melawan pasukan Ukraina di Kursk pada pertengahan Januari.

Otoritas Palestina mengatakan bahwa agresi dan genosida yang dilakukan militer Israel selama konflik telah menghancurkan 80 persen wilayah Gaza Utara.

Penjaga Pantai Filipina (Philippines Coast Guard/PCG) mengatakan bahwa kapal "monster" Cina bergerak menjauh dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tetapi kembali mengirim kapal lain mendekati wilayah tersebut.

Jumlah truk yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza telah mencapai lebih dari 2.400 truk, dan berhasil didistribusikan dengan sedikit hambatan sejak berlakunya gencatan senjata.

Hubungan antara Rusia dan Cina sangat penting untuk menjaga stabilitas global. Hal itu disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Cina Xi Jinping melalui pertemuan secara daring pada Selasa (21/1).

Hamas mengatakan bahwa pihaknya akan membebaskan tawanan perang ke Israel untuk kedua kalinya pada Sabtu (25/1) mendatang.

Badan Kemanusiaan PBB atau OCHA mengatakan bahwa lebih dari 630 truk yang membawa bantuan kemanusiaan telah disalurkan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza pada hari kedua gencatan senjata Hamas-Israel.