
Trump Sebut Thailand-Kamboja Segera Bertemu untuk Capai Gencatan Senjata
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk "segera bertemu" guna mencapai gencatan senjata.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk "segera bertemu" guna mencapai gencatan senjata.

Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-K Minusca bergerak cepat merespons laporan masyarakat mengenai dugaan adanya Improvised Explosive Device (IED) di tiga titik di sepanjang poros jalan Bouzum-Bocaranga, Republik Afrika Tengah.

Kamboja menyerukan "gencatan senjata segera" dengan Thailand setelah konflik pecah yang menewaskan puluhan orang dan ribuan lainnya terpaksa dievakuasi dari sepanjang perbatasan.

PT PAL Indonesia menandatangani kontrak kerja sama dengan Roketsan, industri pertahanan asal Turki, terkait pengadaan sistem senjata Midlas Vertical Launch System (VLS) untuk kapal Frigate Merah Putih.

Thailand dan Kamboja kembali saling tembak di sepanjang perbatasan yang disengketakan pada hari kedua, Jumat (25/7). Konflik ini menyebabkan belasan orang tewas dan 100.000 warga sipil terpaksa dievakuasi.

Thailand mengerahkan pesawat tempur F-16 untuk menyerang dua target militer di Kamboja pada Kamis (24/7). Hal itu diklaim dilakukan sebagai bentuk bela diri setelah dua roket BM-21 Kamboja menyerang Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.

Iran kembali mengizinkan tim teknis dari badan pengawas nuklir PBB atau IAEA untuk berkunjung dalam beberapa minggu mendatang. Namun, kunjungan itu hanya sebatas perundingan dan IAEA belum diperbolehkan untuk mengecek fasilitas nuklir Iran.

Turki selangkah lebih dekat untuk memiliki pesawat Eurofighter Typhoon. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya MoU mengenai penerimaan Turki sebagai operator pesawat tempur tersebut.

Rusia dan Ukraina menggelar perundingan damai putaran ketiga di Turki pada Rabu (23/7) malam waktu setempat dan sepakat untuk kembali melakukan pertukaran tawanan. Namun, keduanya belum menyepakati ketentuan untuk gencatan senjata.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan pihaknya berharap perundingan damai dengan Ukraina akan kembali dilakukan pada minggu ini.