AS Klaim Deteksi Balon Udara Pengintai Cina

Jakarta, IDM - Sebuah balon udara pengintai yang diduga milik Cina, terdeteksi terbang melintasi wilayah udara Amerika Serikat (AS). Namun, Kementrian Pertahanan AS memutuskan untuk tidak menembak jatuhnya karena dikhawatirkan puing-puing tembakan dapat mengancam keselamatan.
Dilansir dari Defense.gov, Jumat (3/2), Juru Bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyelidiki balon udara pengintai yang terbang dari Kepulauan Aleutian ke Montana. Meskipun tidak ditembak jatuh, AS segera melakukan tindakan perlindungan informasi negara.
"Pemerintah AS telah mendeteksi dan melacak balon pengintai ketinggian tinggi yang berada di atas benua AS. Begitu balon terdeteksi, pemerintah AS segera bertindak untuk melindungi dari pengumpulan informasi sensitif," ujarnya.
Dalam pernyataannya, Kementrian Pertahanan AS mengatakan bahwa pengintai tersebut terbang dengan ketinggian yang jauh di atas lalu lintas udara komersial dan tidak mengancam aktivitas militer negara. Lebih lanjut, Pentagon menduga balon udara pengintai itu milik Cina dan telah berkomunikasi secara tertutup dalam upaya menyelesaikan masalah serta menjaga keamanan wilayah.
"Kami telah menyampaikan kepada mereka keseriusan kami menangani masalah ini. Kami telah menjelaskan bahwa kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami dan tanah air kami," ujar pernyataan tersebut.
Baca: Upaya Normalisasi, Israel dan Sudan Pererat Kesepakatan Damai
Peristiwa ini berlangsung ketika Menteri Luar Negeri Antony Blinken dijawalkan berkunjung ke Beijing beberapa hari mendatang. Lawatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan kedua presiden pada tahun lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































