AS Izinkan Ukraina Gunakan ATACMS, Ini Tanggapan Rusia

Jakarta, IDM – Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan serangan rudal ATACMS ke teritorial Rusia sebagai "babak baru peningkatan ketegangan".
"Jika keputusan tersebut memang telah dirumuskan dan dikomunikasikan kepada rezim Kiev, maka, tentu saja, ini adalah babak baru peningkatan ketegangan secara kualitatif dan situasi baru dalam hal keterlibatan AS di konflik ini," kata Peskov melansir Tass, Senin (18/11).
Baca Juga: Presiden Korut Desak Militer untuk Siap Perang
Ia menegaskan, posisi Rusia dalam menghadapi ancaman itu harus benar-benar jelas bagi semua orang. "Sinyal-sinyal ini telah diterima oleh kolektif Barat. Dan itu disuarakan oleh presiden di St. Petersburg," imbuhnya.
Pada 12 September lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengemukakan bahwa keputusan untuk menggunakan senjata jarak jauh Barat terhadap Rusia berarti keterlibatan langsung AS dan negara-negara NATO lainnya dalam perang di Ukraina.
Baca Juga: Hamas Sebut Siap Gencatan Senjata di Gaza
Ia memperingatkan, hal ini akan mengubah secara drastis sifat konflik, dan Rusia akan dipaksa untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap ancaman tersebut.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa menurut dua pejabat senior AS, Presiden Joe Biden telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan ATACMS menyerang teritorial Rusia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































