Jakarta, IDM – Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan dana tambahan senilai 100 juta zlotys (sekitar $25,30 juta) untuk meningkatkan kemampuan intelijen di tengah berkembangnya ancaman dari Rusia.
Dilansir dari Reuters, Kamis (16/5), Tusk mengungkapkan Polandia telah menjadi target utama badan intelijen Rusia karena posisinya sebagai pusat distribusi pasokan ke Ukraina. Kekhawatiran meluasnya ancaman itu bertambah ketika terdapat beberapa laporan kasus dari negara lain terkait dugaan spionase oleh jaringan mata-mata Rusia.
Baca Juga:ย Menlu AS Bertemu Presiden Ukraina, Janjikan Lebih Banyak Pasokan Senjata
โSaya memutuskan untuk mengalokasikan 100 juta zlotys dari anggaran perdana menteri, untuk memperkuat badan keamanan dalam negeri dan intelijen,โ kata Tusk.
Selain itu, ia menilai upaya Rusia untuk mengganggu stabilitas negara-negara Eropa, khususnya Polandia dan negara-negara Baltik, akan semakin intensif menjelang pemilu di kawasan Eropa pada bulan Juni.
โKami harus menginvestasikan lebih banyak sumber daya, waktu, dan lebih banyak tindakan terkait badan khusus tersebut,โ imbuhnya.
Baca Juga:ย Presiden Korut Inspeksi Sistem Rudal Taktis
Ia pun mengklaim badan intelijen Polandia telah berhasil mencegah sejumlah upaya sabotase. Pihaknya juga sedang menjajaki kesepakatan terkait dana tambahan dari Uni Eropa untuk membantu memperkuat perbatasan dengan Belarus.
โDalam beberapa minggu terakhir, juga berkat dukungan sekutu kami, Polandia berhasil menggagalkan upaya sabotase. Perbatasan Polandia akan menjadi prioritas,” ujarnya. (bp)