Jakarta, IDM – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan tingginya risiko penyebaran penyakit di tengah konflik bersenjata yang terjadi di Jalur Gaza. Penyebab utamanya adalah krisis akses air bersih dan menumpuknya warga di kamp pengungsian.
โKetika kematian dan cedera di Gaza terus meningkat akibat meningkatnya konflik bersenjata, kepadatan penduduk yang berlebihan dan terganggunya sistem kesehatan, air, dan sanitasi menimbulkan bahaya tambahan yaitu penyebaran penyakit menular dengan cepat,โ bunyi pernyataan tersebut dilansir dari laman resmi WHO, Jumat (10/11).
Baca Juga:ย AS Ungkapkan Kekhawatiran Atas Meningkatnya Kerja Sama Militer Rusia-Korut
Kekurangan bahan bakar di wilayah itu telah menyebabkan pabrik desalinasi ditutup, dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi bakteri seperti diare. Meskipun pengiriman makanan, air dan obat-obatan ke Gaza mulai didistribusikan, tetapi Israel masih menolak memberikan bahan bakar karena khawatir akan dimanfaatkan oleh Hamas.
Data WHO, lebih dari 33.551 kasus diare telah dilaporkan sejak pertengahan Oktober 2023, sebagian besar terjadi pada anak balita. Jumlah anak yang terdampak pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Beberapa penyebaran penyakit yang mengkhawatirkan sudah mulai muncul.
Baca Juga:ย Ukraina Sebut KTT Perdamaian akan Digelar Tahun Depan
Kurangnya bahan bakar juga disebut mengganggu pengolahan limbah padat, yang menciptakan lingkungan kondusif bagi perkembangbiakan serangga serta hewan pengerat, yang dapat membawa dan menularkan penyakit.
Terganggunya kegiatan vaksinasi rutin, serta kurangnya obat-obatan untuk mengobati penyakit menular, semakin meningkatkan risiko percepatan penyebaran penyakit. (bp)