Jakarta, IDM โย Militer Iran menggelar latihan Tentara Angkatan Udara di sekitar Selat Hormuz. Latihan itu dilakukan usai Iran sempat bersitegang dengan Amerika Serikat (AS) ketika dituduh akan merebut kapal tanker minyak komersial di wilayah tersebut pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Irna.ir, laman resmi media pemerintah Iran, Senin (24/7), latihan itu bertajuk โVelayatโ yang merupakan salah satu simulasi tempur terbesar Iran yang digelar setiap tahun. Angkatan Udara Iran dilaporkan mengerahkan beberapa pesawat dan drone untuk melatih skenario tempur dalam menghadapi berbagai ancaman.
Baca Juga:ย Perkuat Postur Militer, Kapal Selam AS Kembali Kunjungi Korsel
โAngkatan Udara Iran memulai latihan Velayat edisi ke-11 dengan melibatkan pesawat berawak dan tak berawak untuk mensimulasikan skenario medan perang nyata dengan tujuan memperkuat kesiapan pertahanan negara,โ kata Brigadir Jenderal Hamid Vahedi, komandan Angkatan Udara Iran.
Lebih lanjut, Vahedi mengatakan bahwa tujuan dari latihan itu adalah memelihara keamanan dan perdamaian khususnya di wilayah perbatasan. Latihan Velayat ini akan melibatkan sekitar 92 pesawat tempur, pembom dan drone.
โSelama latihan, armada yang terdiri dari 92 pesawat akan melakukan serangkaian operasi udara, termasuk misi pengintaian, manuver udara dan darat yang menyerang target, taktik perang psikologis, dan simulasi perang elektronik,โ ujar Vahedi.
Baca Juga:ย Korut Disebut Mulai Jalin Komunikasi Terkait Penahanan Tentara AS
Selat Hormuz sendiri dapat disebut sebagai jalur sempit menuju Teluk Persia yang dilalui ribuan kapal minyak dunia tiap tahunnya. Wilayah ini memang seringkali menjadi pusat konflik khususnya bagi Iran dan AS.
Sebelumnya, Komando Pusat AS melaporkan pihaknya telah berhasil mencegah dua kapal tanker minyak dibajak oleh Iran pada awal bulan ini. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, kapal tanker minyak berbendera Bahama Richmond Voyager juga didekati dan ditembaki dengan senjata artileri ukuran kecil oleh kapal Angkatan Laut Iran dalam jarak satu mil. Iran membantah tuduhan itu dengan mengatakan pihaknya menyita kapal minyak itu setelah bertabrakan dengan kapal lokal dan mencemari laut. (bp)